Selasa, 13 November 2012

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

BAB I PENDAHULUAN


Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang

Sistem pelapisan sosial yang terjadi dalam masyarakat sangatlah mungkin terjadi, karena adanya tingkatan kesenjangan-kesenjangan yang didasari dari beberapa hal misalnya dari segi Ekonomi, ini akan menimbulkan stratifikasi sosial yang sangat mencolok. Masyarakat dan lingkungan sosialnya menjadi elemen yang tak dapat terpisahkan sehingga akan menimbulkan efek-efek tertentu sesuai dengan pola pikir dan lingkungan masyarakt sosial itu sendiri
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara.




BAB II PEMBAHASAN

BAB 2.1.    Pelapisan Sosial

2.1.1.    Pengertian Pelapisan Sosial

Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah dalam masyarakat.

Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.

Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah

Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang
Sistem pelapisan sosial yang terjadi dalam masyarakat sangatlah mungkin terjadi, karena adanya tingkatan kesenjangan-kesenjangan yang didasari dari beberapa hal misalnya dari segi Ekonomi, ini akan menimbulkan stratifikasi sosial yang sangat mencolok. Masyarakat dan lingkungan sosialnya menjadi elemen yang tak dapat terpisahkan sehingga akan menimbulkan efek-efek tertentu sesuai dengan pola pikir dan lingkungan masyarakt sosial itu sendiri.
Beberapa aspek yang akan timbul akan menimbulkan kesenjangan sosial dan diskriminasi, aspek negatif ini bisa saja terjadi pada daerah-daerah pedesaan, pasalnya pedesaan yang umumnya petani akan senantiasa lebih dikuasai oleh tengkulak-tengkulak yang memainkan harga pasar yang cenderung seringkali merugikan para petani, contohnya para petani daun bakau untuk pembuatan rokok, harga bakau harus ditentukan oleh tengkulak yang sudah bekerja sama dengan produsen rokok yang telah memiliki nama. Tingkatan ekonomi lah yang membuat stratifikasi sosial ini muncul, belum lagi karena jabatan dan tingkat pendidikan.
Aspek lain dari pelapisan sosial ini bisa saja menjadi hal yang menguntugkan bagi sebagian orang, aspek positif ini dapat kita jumpai di berbagai tempat contohnya jika kita seorang pejabat pemerintah kita mungkin akan sedikit lebih mudah dalam urusan birokrasi, karena adanya bantuan orang dalam yang memiliki jabatan. Plapisan sosial di pedesaan mungkin akan menimbulkan hal baik bagi para pencari modal apabila seseorang yang memilik tingkat ekonomi menengah ke atas berpendidikan tinggi juga mempunyai jabatan dapat bekerja sama dengan masyarakat ke bawah untuk saling membantu dengan mendirikan koperasi kecil-kecilan dengan modal yang sudah di danai oleh orang yang mempunyai pengaruh kuat di daerah itu.
Pelapisan sosial pastilah terjadi dimanapun kita berada, namun tergantung dari bagaimana kita menyikapi dan menjaganya agar tidak adanya kecemburuan, kesenjangan, dan diskriminasi sosial pada masyarakat dalam tingkatan apapun, entah menengah ke atas atau ke bawah, semua manusia dengan derajat yang sama, yang membedakan tinggi rendah hanyalah akhlak yang mulia. Jika kita beruntung menjadi seorang yang tinggi di mata sosial, maka jangan menyalahgunakan kedudukan tinggi tersebut, dan jika kita berada dalam tingkatan rendah, maka berusahalah agar hidup kita menjadi bermakna bagi orang lain meski kita hanya orang biasa yang selalu tertindas.
Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai  latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan terjadinya kelompok sosial itu maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.
Jika dilihat dari kenyataan, maka Individu dan Masyarakat adalah Komplementer. dibuktikan bahwa:
a) Manusia dipengaruhi oleh masyarakat demi pembentukan pribadinya;
b) Individu mempengaruhi masyarakat dan bahkan bisa menyebabkan perubahan besar masyarakatnya.
Menurut Pitirim A.Sorokin, Bahwa “Pelapisan Masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis)”.
Sedangkan menurut Theodorson dkk, didalam Dictionary of Sociology, bahwa “Pelapisan Masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanent yang terdapat didalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam pembedaan hak, pengaruh, dan kekuasaan. Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.


2.1.2.    Terjadinya Pelapisan Sosial

1.    Proses tanpa kesengajaan
Proses ini berjal sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri.Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu. Tetapi berjalan secara alamiah.

2.    Proses terjadinya dengan kesengajaan
Proses ini disusun dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Didalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang di berikan kepada seseorang.Contoh : Organisasi pemerintahan, organisasi partai politik, perusahaan besarm perkumpulan-perkumpulan resmi,dll. Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara ini mengandung dua sistem :

1). Sistem Fungsional : Merupakan pembagian kerja kepada kependudukan yang ditingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.

2). Sistem skalar : Merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah keatas

2.1.3.    Pembedaan Sistem Pelapisan Sosial

    Menurut sifatnya sistem pelapisan dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi :

1. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup

    Didalam sistem ini perpindahan anggota masyarakat ke lapisan yang lain baik ke atas maupun ke bawah tidak mungkin terjadi.Kecuali ada hal-hal yang istimewa. Didalam sistem yang demikian itu satu-satunya jalan untuk dapat masuk menjadi anggota dari suatu lapisan masyarakat adalah akarena kelahiran.Masyarakat terbagi dalam :

- Kasta Brahmana : Golongan-golongan pendeta
- Kasta Ksatria : Golongan bangsawan
- Kasta Waisya : Golongan yang di pandang lapisan menengah ketiga
- Kasta Sudra : Golongan rakyat jelata
- Paria : Golongan dari mereka yang tidak mempunyai kasta ( Gelandangan, peminta, dsb ).

        Sistem stratifikasi sosial yang tertutup biasa didalam masyarakat feodal atau masyarakat yang berdasarkan realisme.

2. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka

    Di dalam sistem yang demikian ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk jatuh ke pelapisan yang ada di bawahnya atau naik ke lapisan di atasnya. Sistem seperti ini di pergunakan di INDONESIA jadi setiap orang bisa menduduki jabatan tertentu asalkan dia mampu.

Pembagian pelapisan masyarakat :

1. Masyarakat terdiri dari kelas atas ( upper class) dan kelas bawah ( lower class )

2. Masyarakat terdiri atas 3 kelas ( uuper class ), middle class dan lower class.

3. Sementara itu ada pula sering kita dengar : kelas atas, kelas menengah, kelas menengahkebawah dan kelas bawah.

Pendapat :
Pelapisan sosial yang ada di masyarakat seharusnya tidak jadi hambatan dan di jadikan alasan untuk tidak saling mengenal. Dewasa ini banyak sekali perbedaan yang mencolok antara lapisan atas dengan lapisan bawah , bahkan hak bagi lapisan bawah pun terkadang tidak di berikan dan di ambil oleh lapisan atas karena penyalahgunaan kekuasaan. Oleh sebab itu maka perlu adanya temu warga setiap seminggu sekali agar antara lapisan atas dan bawah saling mengenal dan tidak ada kecemburuan sosial. Yang sudah baik yang sering dilakukan yaitu kerja bakti setiap minggu,adanya sumbangan untuk lapisan bawah, saling tenggang rasa antara masyarakat harus di teruskan dan ditingkatkan.


2.1.4.    Teori-Teori  Tentang Pelapisan Sosial
Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat dicantumkan di sini :

1)Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.

2)Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.

3)Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.

4)Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).

5).Karx Marx (1883) dan Eangels (1967) menyimpulkan bahwa kelas sosial tergantung pada suatu faktor tunggal yaitu alat produksi (peralatan, pabrik, lahan dan modal) yang digunakan untuk memproduksi kekayaan [4].

Marx beragumentasi bahwa pembedaan yang sering dibuat oleh manusia diantara mereka sendiri seperti pakaian, tutur bicara, pebdidikan, gaji atau sekarang mobil itu adalah hal yang dangkal. Menurut Marx hanya ada dua kelas manusia: kaum borjois yaitu mereka yang memiliki alat produksi dan kaum proletar yaitu kaum yang bekerja untuk pemilik alat produksi pendeknya hubungan orang dengan alat produksi menentukan kelas sosial.

6).Max Weber (1864-1920) adalah seorang pengkritik keras atas ungkapan-ungkapan yang disampaikan oleh Marx. Weber menyatakan bahwa kepemilikan hanyalah suatu bagian saja dari keseluruhan gambaran. Kelas sosial, menurutnya terdiri dari tiga komponen yaitu kepemilkan, prestise dan kekuasaan (property, prestise and power) dari kelas sosial atau sering disebut 3P, meskipun Weber menggunakan istilah kelas, status, dan kekuasaan, namun para sosiolog berpendapat bahwa kepemilikan prestise, dan kekuasaan merupakan istilah yang lebih jelas.

Disaat berkembangnya zaman dan berubahnya waktu, timbullah sebuah teori baru untuk bisa menganalisis suatu masalah masyarakat pada saat ini.

1.Teori Evolioner Fungsionalis
Beberapa teori stratifikasi telah dikemumkakan oleh ilmuwan sosial pada halaman terdahulu. Teori yang paling dikenal dalam stratifikasi adalah Teori evolioner fungsionalist falcot person. Person menganggap evolusi sosial secara umum terjadi karena sifat kecenderungan masyarakat untuk berkembang yang disebut sebagai kapasitas adaptif. Kapasitas adaptif adalah kemampuan masyarakat untuk merespon lingkungan dan mengatasi berbagai masalah yang selalu dihadapi manusia sebagai makhluk sosial. masyarakat berevolusi berabad-abad. Menurut person, melalui kapasitas adaptif yang semakin tinggi. Jadi masyarakat kontemporer memiliki kemampuan adaptifnya yang semakin efisien dibanding
masa sebelumnya. Timbulnya stratifikasi sosial sebagai aspek penting dari evolusi akibat kapasittas adaptif dalam kehidupan sosial.

2.Teori kelangkaan
Merupakan deviasi pemikiran Michel Harner, Morton Fried dan Rae Lesser. H. teori kelangkaan beranggapan bahwa penyebab utama muncul dan semakin intensitasnya stratifikasi disebabkan oleh tekanan jumlah penduduk. Tekanan penduduk terhadap sumber daya menyebabkan masyarakat pemburu dan peramu. Makin meningkatnya jumlah penduduk
menyebabkan masyarakat holtikultura makin memperhatikan pemilik tanah. Semakin langka tanah yang layak untuk bercocok tanam, menyebabkan egoisme timbul di dalam tubuh masyarakat untuk mempunyai tanah lebih luas dari pada orang lain.

3.Teori Surplus Lenski
Teori ini beranggapan kesamaan dasar dapat terjadi dimasyarakat dimana kerjasama menjadi hal yang esensial dalam mencapai kepentingan individu. Individu akan bekerja sama untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang. Tetapi jika kondisi tidak memungkinkan maka konflik dan stratifikasi akan terjadi. Jika terjadi surplus, perebutan untuk menguasai tidak dapat dihindari dan surplus akhirnya dikuasai oleh kelompok individu atau kelompok yang paling berkuasa, surplus tersebut ditentukan oleh kemampuan teknologi masyarakat. Jadi surplus ekonomilah yang menyebabkan berkembangnya stratifikasi. Dari apa yang diuraikan diatas, akhirnya dapat disimpulkan bahwa ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakatke dalam lapisan-lapisan sosial adalah sebagai berikut :

• Ukuran kekayaan :Ukuran kekayaan dapat dijadikan suatu ukuran; barangsiapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, temasuk lapisan sosial paling atas.

• Ukuran kekuasaan : Barangsiapa yang mempunyai kekuasaan atau wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas

• Ukuran kehormatan : ukuran kehormatan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang yang paling disegani dan dihormati, menduduki lapisan sosial teratas.

• Ukuran ilmu pengetahuan : Ilmu pengetahuan dipakai ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Ukuran ini kadang-kadang menjadi negatif, karena ternyata bukan ilmu yang menjadi ukuran tetapi gelar kesarjanaannya. Sudah tentu hal itu mengakibatkan segala mecam usaha untuk mendapatkan gelar tersebut walaupun secara tidak halal.

Ukuran-ukuran diatas tidaklah bersifat limitatif (terbatas),tetapi masih ada ukuran-ukuran lain yang dapat dipergunakan. Akan tetapi, ukuran-ukuran diatas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi kriteria pelapisan sosial pada hakikatnya tergantung pada sistem nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.


BAB 2.2.    Kesamaan Derajat

 2.2.1.    Kesamaan Derajat

Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.

Persamaan Derajat di Dunia

dimuat dalam University Declaration of Human Right (1948) dalam pasal-pasalnya seperti :
•    (Pasal 1) sekalian orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. mereka dikaruniai akal budi dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan
•    (Pasal 2 ayat 1) setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan yang tercantum tanpa terkecuali apapun seperti bangsa, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik, dll
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan  satu sama lain. Pelapisan soasial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan Kesamaan derajat adalah suatu yang membuat bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama  sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah.

semua manusia itu sama dimata tuhan
   
    Satu kata yang cukup menjelaskan makna persamaan, perbedaan itu memang ada, tapi bukan perbedaanlah yang menjadi alasan kita untuk merasa diri kita esklusif, melainkan perbedaan ada untuk dilengkapi, untuk menghasilkan suatu harmoni yang memiliki kesamaan.

Kehidupan Indonesia pun sangat menghargai persamaan derajat dimana telah di atur dalam undang-undang dasar negara tahun 1945 serta juga ditanamkan dalam pancasila. Sebagai contoh ketika pemilihan presiden tidak ada perbedaan sama sekali, semua orang memiliki hak yang sama untuk dipilih dan memilih.

Ilustrasi lain bisa kita ingat dalam film "my name is khan" dimana sang ibu memberi contoh dua gambar orang yang satu melakukan perbuatan jahat dan yang satu melakukan perbuatan baik, nah dari gambar itu hanya bisa satuhal yang di ambil kesimpulan, perbedaan itu hanya dari sikap, bukan dari status,kepercayaan, dll.

    maka dari itu hal yang perlu dilakukan adalah :
•    semua manusia itu sama, memiliki hak dan kewajiban
•    buang jauh-jauh rasa etnosentrime dan primodialisme
•    bersifatlah apa adanya dengan membaur satu sama lain
•    tanam anggapan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang berarti membutuhkan orang lain dalam menjalankan perannya

 2.2.2.    UUD 1945  Tentang Persamaan Hak

    Pasal 27 ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan

    Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.

    Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara

    Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran
    Dengan pasal – pasal dan pengertian di atas, sudah jelas bahwa kita harus saling bertoleransi terhadap orang lain khususnya warga Indonesia. Tidak ada pandangan si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh, semua di mata perundangan Indonesia adalah sama.
 2.2.3.    4 Pokok Hak Asasi  dalam UUD 1945 Pasal 4

Hak Asasi Manusia adalah hak dasar atau hak pokok yang dimiliki manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi manusia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa sejak lahir, maka tidak seorang pun dapat mengambilnya atau melanggarnya. Kita harus menghargai anugerah ini dengan tidak membedakan manusia berdasarkan latar belakang ras, etnik, agama, warna kulit, jenis kelamin, pekerjaan, budaya, dan lain-lain. Namun perlu diingat bahwa dengan hak asasi manusia bukan berarti dapat berbuat semena-mena, karena manusia juga harus menghormati hak asasi manusia lainnya.

a. Hak asasi pribadi, yaitu hak asasi yang berhubungan dengan kehidupan pribadi manusia. Contohnya : hak beragama, hak menentukan jalan hidup, dan hak bicaara.

b. Hak asasi politik, yaitu yang berhubungan dengan kehidupan politik. Contohnya : hak mengeluarkan pendapat, ikut serta dalam pemilu, berorganisasi.

c. Hak asasi ekonomi, yaitu hak yang berhubungan dengan kegiatan perekonomian. Contohnya : hak memiliki barang, menjual barang, mendirikan perusahaan/berdagang, dan lain-lain.

d. Hak asasi budaya, yaitu hak yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat. Contohnya : hak mendapat pendidikan, hak mendapat pekerjaan, hak mengembangkan seni budaya, dan lain-lain.

Ada 3 hak asasi manusia yang paling fundamental (pokok), yaitu :

a. Hak Hidup (life)

b. Hak Kebebasan (liberty)

c. Hak Memiliki (property)

Ketiga hak tersebut merupakan hak yang fundamental dalam kehidupan sehari-hari. Adapun macam-macam hak asasi manusia dapat digolongkan sebagai berikut :

a. Hak asasi pribadi, yaitu hak asasi yang berhubungan dengan kehidupan pribadi manusia. Contohnya : hak beragama, hak menentukan jalan hidup, dan hak bicaara.

b. Hak asasi politik, yaitu yang berhubungan dengan kehidupan politik. Contohnya : hak mengeluarkan pendapat, ikut serta dalam pemilu, berorganisasi.

c. Hak asasi ekonomi, yaitu hak yang berhubungan dengan kegiatan perekonomian. Contohnya : hak memiliki barang, menjual barang, mendirikan perusahaan/berdagang, dan lain-lain.

d. Hak asasi budaya, yaitu hak yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat. Contohnya : hak mendapat pendidikan, hak mendapat pekerjaan, hak mengembangkan seni budaya, dan lain-lain.

e. Hak kesamaan kedudukan dalam hukum dah pemerintahan, yaitu hak yang berkaiatan dengan kehidupan hukum dan pemerintahan. Contohnya : hak mendapat perlindungan hukum, hak membela agama, hak menjadi pejabat pemerintah, hak untuk diperlakukan secara adil, dan lain-lain.

f. Hak untuk diperlakukan sama dalam tata cara pengadilan. Contohnya : dalam penyelidikan, dalam penahanan, dalam penyitaan, dan lain-lain.

2. Berbagai Instrumen HAM di Indonesia :

1) Pembukaan UUD 1945

Hak asasi manusia tercantum dalam pembukaan UUD 1945 :

a) Alinea I : “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah haak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

b) Alinea IV : “… Pemerintah Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial……”

2) Batang Tubuh UUD 1945
Secara garis besar hak-hak asasi manusia tercantum dalam pasal 27 sampai 34 dapat dikelompokkan menjadi :

a) Hak dalam bidang politik (pasal 27 (1) dan 28),

b) Hak dalam bidang ekonomi (pasal 27 (2), 33, 34),

c) Hak dalam bidang sosial budaya (pasal 29, 31, 32),

d) Hak dalam bidang hankam (pasal 27 (3) dan 30).
Berdasarkan amandemen UUD 1945, hak asasi manusia tercantum dalam Bab X A Pasal 28 A sampai dengan 28 J, sebagaimana tercantum berikut ini :

HAK ASASI MANUSIA

Pasal 28 A
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.

Pasal 28 B
1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.
2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dan kekerasan dan diskriminasi.
Pasal 28 C
1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

Pasal 28 D
1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

Pasal 28 E
1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran. memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggakannya, serta berhak kembali.
2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.
3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.

Pasal 28 F
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Pasal 28 G
1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dan ancaman kelakutan untuk berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan alau perlakuan yang rnerendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suara politik dari negara lain.

Pasal 28 H
1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapalkan lingkungan hid up yang baik dan sehal serfa berhak memperoleh pefayanan kesehatan
2) Setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.
3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermanfaat.
4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun.

Pasal 28 I
1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.
2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif
3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.
4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, Terutama pemerintah.
5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.

Pasal 28 J
1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan partimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.
   
BAB 2.3.    Elite dan Masa

2.3.1.    Pengertian Elite
Elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu konektivitas dengan cara yang bernilai sosial.Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain :

.1.    Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
.2.    Faktor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan baik yanag bersifat fisik maupun psikhis, material maupun immaterial, merupakan heriditer maupun pencapaian.
.3.    Dalam hal tanggung jawab, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat lain.

Ciri-ciri lain yang merupakan konsekuensi logis dari ketiga hal di atas adalah imbalan yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan usahanya.
Dalam pengertian yang umum elite itu menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat yang menempati kedudukan tertinggi. Dalam arti lebih yang khusus dapat diartikan sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Dalam istilah yang lebih umum elite dimaksudkan kepada “posisi di dalam masyarakat di puncak struktur-struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas”.

Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Contohnya : dalam masyarakat industri watak elitenya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitif. Di dalam suatu lapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kebijaksanaan. mereka itu mungkin para pejabat, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan dan lainnya lagi.


2.3.2.    Fungsi Elite dalam Memegang Strategi

Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini
didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap berbagai peranan yang dilancarkan dalam kehidupan masa kini serta meletakkan,dasar-dasar kehidupan yang akan datang.

Golongan minoritas yang berada pada posisi atas secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi sosial dikenal dengan elite. Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini
didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap berbagai peranan yang dilancarkan dalam kehidupan masa kini serta meletakkan,dasar-dasar kehidupan yang akan datang. Golongan minoritas yang berada pada posisi atas secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi sosial dikenal dengan elite.

2.3.3.    Pengertian Masa

Massa (mass) atau crowd adalah suatu bentuk kumpulan (collection) individu-individu, dalam kumpulan tersebut tidak terdapat interaksi dan dalam kumpulan tersebut tidak terdapat adanya struktur dan pada umumnya massa berjumlah orang banyak dan berlangsung lama.

Massa  Gustave Le Bon (yang dapat dipandang sebagai pelopor dari psikologi massa) bahwa massa itu merupakan suatu kumpulan orang banyak, berjumlah ratusan atau ribuan, yang berkumpul dan mengadakan hubungan untuk sementara waktu, karena minat dan kepentingan yang sementara pula. Misal orang yang melihat pertandingan sepak bola, orang melihat bioskol\p dan lain sebagainya (Lih, Gerungan1900).
Massa menurut Mennicke (1948) mempunyai pendapat dan pandangan yang lain sehingga ia membedakan antara massa abstrak dan massa konkrit.
 Istilah massa digunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang terjadi secara spontan, tetapi secara fundamental berbeda dengan hal-hal yang lain.
.

2.3.4.    Ciri-ciri Masa


Beberapa hal penting yang merupakan sebagian ciri-ciri membedakan di dalam massa, yaitu:

(1)   Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakamuran atau kebudayaan yang berbeda-beda.

(2)  Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.
   
    (3)  Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota¬-anggotanya




 BAB III PENUTUP

BAB 3.1.    DAFTAR PUSTAKA


Masykur, Ahmad. Persamaan Derajat.

Harwantiyoko, Neltje F.Katuuk. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Jakarta. 1996

http://raullycious.wordpress.com/2011/11/22/pengertian-pelapisan-sosial-dan-aspek-aspek-positif-dan-negatif-dari-sistem-pelapisan-sosial/
http://kampunglinux.blogspot.com/2011/01/pelapisan-sosial-masyarakat-terbentuk.html
http://arifanawaytu.blogspot.com/2012/04/stratifikasi-sosial.html
http://pointofauthorities.blogspot.com/2011/11/menjunjung-tinggi-persamaan-derajat.html

http://idud.wordpress.com/2010/11/11/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat/

http://taufikhidayah21.wordpress.com/tag/ciri-ciri-massa/

Rabu, 07 November 2012

CONDITIONAL SENTENCE

CONDITIONAL  SENTENCE

Type I
Time         : Future
Situation    : Possible(jika syarat/kondisi tertentu terpenuhi)

A.    Form:

    {Subject + Modal+V1 / Be1(Simple form)} IF {Subject + Simple Present }
atau
    IF {Subject + Simple Present },{Subject + Modal+V1 / Be1(Simple form)}

Example:

1.    I will buy a new car IF I have money

2.    IF I have money,I will buy a new car

B.    Form:

    { Subject + Simple Present } IF { Subject + Simple Present }
atau
    IF { Subject + Simple Present},{ Subject + Simple Present }

Example:

1.    John usually walks to shcool IF he has enough time.

2.    IF he has enough time, John usually walks to shcool

C.    Form:

    IF { Subject + Simple Present},Command form
Atau
    Command form IF { Subject + Simple Present}

Example:

1.    IF you go to the post office,please mail this letter for me!

2.    Please mail this letter for me, IF you go to the post office




Type II

Time        : Now
Situation    : Unreal Present ( Pengandaian ini menyatakan sesuatu yang bertentangan denngan                                         apa yang ada/ yang terjadi sekarang.)

Form:

    {Subject + Modal Past+V1 / Be1(Simple form)} IF {subject + simple past}
atau
    IF {subject + simple past},{Subject + Modal Past+V1 / Be1(Simple form)}

Example:

1.    IF I had time,I would go to the beach with you this weekend

FACT : I don’t have time thus I can’t go wiyh you this weekend.

2.    He would tell you about it IF he were here

FACT : He doesn’t tell you about it because he is not here

3.    IF I have enough time now,I would write to my parents

FACT:I do not  have enough time now,so I do not write to my parents

4.    He would not come to your party IF you didn’t invite him

FACT : He will come to your party because you invite him


Type III

Time    : Past
Situation     : Unreal Past(Pengandaian ini menyatakanesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah terjadi/lampau)

Form:
    IF subject + Past perfect,subject + Modal Past + have + V3/been 
•    atau 
    Subject + Modal Past + have + V3/been IF subject + Past perfect
example:
1.    You wouldn’t have won IF I had not helped you
FACT : You won because I helped you
2.    IF we had known you were there,we would have written you a letter.
FACT : We didn’t knew you that you were there so I didn’t write you a letter
3.    IF you had told me about the problem,I would have helped you
FACT : I didn’t helped you because you didn’t tell you the problem
4.    I would have got wet yesterday IF I had remembered to take umbrella with me yesterday
FACT : I got wet,because I did’t remembered to take umbrella with me yesterday
Modal : will,can,may,must,shall
Modal Past : would,should,might,could

Note:
In writing conditional sentences,we may put the”IF clause”before the “RESULTS clause”and vice versa.However, we must put comma(,) at the end of the “RESULTS clause”.
Also the meaning of the FACT must be on the contrary with the conditional sentences.So if the conditional sentences is in positive form,the fact will be in negative one and vice versa.
Unless = if not

COMPARATION DEGREE

COMPARATION DEGREE


A.Positive (To compare two things that are equal).


Using:    As....as
    The same as
    Different from
    Like
The same....as
   
Note:

    As.....as, The same as, Different from, Like, The same....as
is placed after to be (am/is/are/was/were) *For Regular Adjective,or after the verb*For regular Adverb

Example:
1.    Tina is as tall as Ani
2.    This exercise is as easy as the last one
3.    Andi works as hard as his brother
4.    You speak as quickly as he

    Different from *Different from mean “not equal “(the negative form for Possitive)

Example:
1.    This book is different from that one
2.    This radio is different from that one
3.    John’s coat is different from Paul’s

    Like *The word like mean “almost the same or similiar”

Example:
1.    John’s coat is like Paul’s
2.    John’s new car looks like Paul

    The same....as *is used  with noun and as.....as *is used with adjective

Example:
1.    The pencil is the same length as the other one
This pencil is as long as the other one


2.    This street is the same width as the other one
The street is as wide as the other one

3.    The store is the same distance as the other one
This store is as far as the other one

4.    This student is the same height as the other one
This student is as tall as the other one

    As....as also used with Expression of quantity(much,many,litlle,few)and expression of
quantity followed by nouns

Example:
1.    Bob bought as many books as George
(Bob  bought as many as  George)

2.    Bob had as much coffee as George
(Bob had as much as George)
(Bob had as many cups as of coffee as George)



B.Comparative(To compare two thing that are not equal)


Using:    -er than(for one syllable adjective)
    more......than (for two syllable adjective)

Note:
    -er than or more than is placed after the to be(am/is/are/was/were) *For Regular Adjective,or after the verb*For Regular Adverb.

Example:
1.    He is older than I am
2.    That brown chair is more comfortable than this one
3.    She speaks English more fluently than he

    -er than is used for 1 syllable

Tall        Taller            Nice         Nicer
Fast         Faster            Soon        Sooner
Quick        Quicker        Clear        Clearer

Example:
1.    He is taller than I am
2.    She runs faster than I do

    With Adjective that end in-y

Busy        Busier        Early        Earlier
Easy        Easier        Lazy        Lazier
Happy        Happier    Busier        Busier

Example:
1.    He cames ealier than I did
2.    They are lazier than me

    more......than is used for 2 syllables

Careful        More Careful        Often            More Often
Beautiful        More Beautiful    Necessary        More Necessary
Expensive        More Expensive    Important        More Important

Example:
1.    This goods are more important than other one
2.    The golden ring is more expensive than the red one.
3.    They study more often than us 

    adverb that have the adverb suffix-ly

Carefully        More Carefully    Rapidly        More Rapidly
Clearly        More Clearly        Quickly        More Quickly
Rapidly        More Rapidly

Example:
1.    They wrote more carefully than I did
2.    He speaks English more clearly than I do
3.    She answers the question more quickly than them

    The following iregular form

Good        Better        Badly        Worse
Well        Better         Far        Farther
Bad        Worse

Example:
He atitude is better than they
1.    She goes farther than Her uncle
2.    Their score is worst than me

    We can also use more witout following noun:

Example:
Alice has a lot of apple
1.    Mary has more than Alice

    Less is the opposite of more , Use Fewer for Count Noun

Example:
1.    George is less careful than John and Paul
2.    George write less carefully than Paul
3.    Paul has less time than John
4.    John has fewer books than George


    More.....Than is used also with noun

Example:
1.    Mary has more books than Alice
2.    Jimmy has more money than Paul



C.Superlative(To compare one thing with two or more other thing)


Using:    The.....-est(for one syllable adjective)
    The most(for two syllable adjective)


Note:

    The....-est or the most than is placed after the to be(am/is/are/was/were) *For Regular Adjective,or after the verb*For Regular Adverb.

Example:
1.    Yesterday was The hottest day of the year
2.    That was The Most boring film I’ve ever seen
3.    Tina dressed The Most beautifully of all the guests in the party
   
The suffix –est is used with the same words that –er is used with

    The –est is used for 1 syllable:

Tall        Taller        The Tallest
Fast         Faster        The fastest
Nice         Nicer        The Nicest
Quick        Quicker    The Quickest

Example:
1.    He is The tallest guy
2.    She runs The fastest among her friend

    With adjectives that end in-y

Easy        Easier        The Easiest
Happy        Happier    The Happiest
Lazy        Lazier        The Laziest
Early        Earlier        The Earliest



Example:
1.    He is The Happiest man
2.    They are The Laziest person

    The most is used for 2 sllyables

Careful        More Careful        The Most Careful   
Beautiful        More Beautiful    The Most Beautiful
Expensive        More Expensive    The Most Expensive
Often        More Often        The Most Often

Example:
1.    The golden ring is The Most Expensive in the world.
2.    She study English The Most Often in my class

    adverb that have the adverb suffix-ly

Carefully        More Carefully    The Most Carefully   
Clearly        More Clearly        The Most Clearly
Rapidly        More Rapidly        The Most Rapidly
Quickly        More Quickly        The Most Quickly

Example:
1.    She is The Most Carefully
2.    He answers The Most Quickly

    We can also use more witout following noun:

Example:
Alice has a lot of apple
1.    Helen has The Most

    Least is the opposite of most , use The Fewest

Example:
1.    John is The Least Careful
2.    Helen write The Least Carefully
3.    Paul has The Least Time
4.    Jimmy has The Fewest Books

    The most is used also with noun

Example:
1.    John has The Most books
2.    Helen has The Most money


Sumber : English Sentence Stucture,Robert Krohn and the Staff of  the English Language Institude

Rabu, 08 Agustus 2012

PHOBIA

PHOBIA

      Phobia (dari Yunani : φόβος, Phobos , yang berarti "takut" atau "takut mengerikan") adalah, jenis gangguan kecemasan.Biasanya penderita akan  mengalami ketakutan yang berlebihan jika berhadapan dengan situasi ini.
      
A.Penyebab Phobia

Jika penderita mengalami keadaan traumatis(mengguncangkan jiwa)

Umumnya di kelompokkan menjadi 3 Faktor,Yaitu:

1.Keturunan
    Misalnya keturunan terdahulunya pernah tersambar petir,ini dapat menjadi phobia untuk keturunan selanjutnya karena pernah mencelakakan terdahulunya.

2.Lingkungan
    Misalnya dalam suatu lingkungan tertentu tikus dianggap menakutkan.Penderita biasanya Terjangkit Phobia di masa kecil untuk faktor lingkungan.Karena saat adanya tikus lingkungan merespon secara berlebihan misalnya,lari,teriak histeris,dll.Atau juga karena film yang ditonton.Dalam keadaan ini anak kecil yang cepat menerima informasi menangkap kejadian tersebut.Akhirnya menjadi phobia sampai ia dewasa.Tetapi ada juga yang terjangkit phobia saat dewasa

3.Budaya
    Misalnya suatu negara takut angka tertentu,seperti di Jepang, Cina dan Korea, masyarakatnya takut dengan angka 4 (tetraphobia) sedangkan di Italia takut dengan angka 17 .Di Cina bahkan tidak ada lantai 13,dari 12 langsung loncat ke lantai 14,karena benar-benar percaya 13 tidak membawa hoki

B.GEJALA PHOBIA 

1.Jantung berdebar keras
2.Pusing
3.Gemetar
4.Badan terasa lemas,bahkan ada yang sampai pingsan
5.Wajah berkeringat
6.Napas sesak
7.Panik

C.MACAM-MACAM PHOBIA

Ablutophobia-Takut mencuci atau mandi.
Acarophobia-Takut gatal atau serangga yang menyebabkan gatal-gatal.
Acerophobia-Takut masam.
Achluophobia-Takut gelap.
Acousticophobia-Takut kebisingan.
Acrophobia-Takut ketinggian.
Aerophobia-Takut draft, udara menelan, atau zat airbourne berbahaya.
Aeroacrophobia-Takut tempat tinggi terbuka.
Aeronausiphobia-Takut muntah sekunder untuk mabuk udara.
Agateophobia-Takut kegilaan.
Agliophobia-Takut rasa sakit.
Agoraphobia-Takut ruang terbuka atau berada di keramaian, tempat umum seperti pasar. Takut meninggalkan tempat yang aman.
Agraphobia-Takut pelecehan seksual.
Agrizoophobia-Takut binatang liar.
Agyrophobia-Takut-jalan atau menyeberang jalan.
Aichmophobia-Takut jarum atau benda runcing.
Ailurophobia-Takut kucing.
Albuminurophobia-Takut penyakit ginjal.
Alektorophobia-Takut ayam.
Algophobia-Takut rasa sakit.
Alliumphobia-Takut bawang putih.
Allodoxaphobia-Takut pendapat.
Altophobia-Takut ketinggian.
Amathophobia-Takut debu.
Amaxophobia-Takut naik mobil.
Ambulophobia-Takut berjalan.
Amnesiphobia-Takut amnesia.
Amychophobia-Takut goresan atau tidak tergores.
Anablephobia-Takut melihat ke atas.
Ancraophobia-Takut angin. (Anemophobia)
Androphobia-Takut pria.
Anemophobia-Takut draft udara atau angin. (Ancraophobia)
Anginophobia-Takut angina, tersedak atau sempitnya.
Anglofobia-Takut Inggris atau budaya Inggris, dll
Angrophobia - Takut kemarahan atau menjadi marah.
Ankylophobia-Takut imobilitas sendi.
Anthrophobia atau Anthophobia-Takut bunga.
Anthropophobia-Takut orang atau masyarakat.
Antlophobia-Takut banjir.
Anuptaphobia-Takut tinggal tunggal.
Apeirophobia-Takut tak terbatas.
Aphenphosmphobia-Takut disentuh. (Haphephobia)
Apiphobia-Takut lebah.
Apotemnophobia-Takut orang dengan amputasi.
Arachibutyrophobia-Takut selai kacang menempel di langit-langit mulut.
Arachnephobia atau Arachnofobia-Takut laba-laba.
Arithmophobia-Takut angka.
Arrhenphobia-Takut pria.
Arsonphobia-Takut api.
Asthenophobia-Takut pingsan atau kelemahan.
Astraphobia atau Astrapophobia-Takut guntur dan petir. (Ceraunophobia, Keraunophobia)
Astrophobia-Takut bintang atau ruang angkasa.
Asymmetriphobia-Takut hal asimetris.
Ataxiophobia-Takut ataksia. (Inkoordinasi otot)
Ataxophobia-Takut gangguan atau kekumuhan.
Atelophobia-Takut ketidaksempurnaan.
Atephobia-Takut kehancuran atau reruntuhan.
Athazagoraphobia-Takut forgotton atau diabaikan atau lupa.
Atomosophobia-Takut ledakan atom.
Atychiphobia-Takut gagal.
Aulophobia-Takut seruling.
Aurophobia-Takut emas.
Auroraphobia-Takut lampu Utara.
Autodysomophobia-Takut salah satu yang memiliki bau busuk.
Automatonophobia-Takut boneka ventriloquist, makhluk animatronik, patung lilin - apa saja yang falsly merupakan makhluk hidup.
Automysophobia-Takut kotor.
Autophobia-Takut sendirian atau dari diri sendiri.
Aviophobia atau Aviatophobia-Takut terbang.


Bacillophobia-Takut mikroba.
Bacteriophobia-Takut bakteri.
Ballistophobia-Takut rudal atau peluru.
Bolshephobia-Takut Bolshevik.
Barophobia-Takutgravitasi.
Basophobia atau Basiphobia-Ketidakmampuan untuk berdiri. Takut berjalan atau jatuh.
Bathmophobia-Takut tangga atau lereng curam.
Bathophobia-Takut mendalam.
Batophobia-Takut ketinggian atau berada dekat dengan bangunan tinggi.
Batrachophobia-Takut amfibi, seperti katak, kadal air, salamander, dll
Belonephobia-Takut pin dan jarum. (Aichmophobia)
Bibliophobia-Takut buku.
Blennophobia-Takut lendir.
Bogyphobia-Takut bogeys atau hantu.
Botanophobia-Takut tanaman.
Bromidrosiphobia atau Bromidrophobia-Takut bau tubuh.
Brontophobia-Takut guntur dan petir.
Bufonophobia-Takut kodok. 


C

Cacophobia-Takut keburukan. Cainophobia atau Cainotophobia-Takut kebaruan, kebaruan.
Caligynephobia-Takut wanita cantik.

Cancerophobia atau Carcinophobia-Takut kanker.

Cardiophobia-Takut hati.

Carnophobia-Takut daging.

Catagelophobia-Takut diejek.

Catapedaphobia-Takut melompat dari tempat tinggi dan rendah.

Cathisophobia-Takut duduk.

Catoptrophobia-Takut cermin.

Cenophobia atau Centophobia-Takut hal-hal baru atau ide.

Ceraunophobia atau Keraunophobia-Takut guntur dan petir. (Astraphobia, Astrapophobia)

Chaetophobia-Takut rambut.

Cheimaphobia atau Cheimatophobia-Takut dingin. (Frigophobia, Psychophobia)

Chemophobia-Takut bahan kimia atau bekerja dengan bahan kimia.

Cherophobia-Takut keriangan.

Chionophobia-Takut salju.

Chiraptophobia-Takut disentuh.

Chirophobia-Takut tangan.

Cholerophobia-Takut kemarahan atau ketakutan kolera.

Chorophobia-Takut menari.

Chrometophobia atau Chrematophobia-Takut uang.

Chromophobia atau Chromatophobia-Takut warna.

Chronophobia-Takut waktu.

Chronomentrophobia-Takut jam.

Cibophobia-Takut makanan. (Sitophobia, Sitiophobia)

Claustrophobia-Takut ruang terbatas.

Cleithrophobia atau Cleisiophobia-Takut terkunci di tempat tertutup.

Cleptophobia-Takut mencuri.

Climacophobia-Takut tangga, memanjat, atau dari lantai bawah jatuh.

Clinophobia-Takut tidur.

Clithrophobia atau Cleithrophobia-Takut menjadi tertutup.

Cnidophobia-Takut sengatan.

Cometophobia-Takut komet.

Coimetrophobia-Takut pemakaman.

Coitophobia-Takut senggama.

Contreltophobia-Takut pelecehan seksual.

Coprastasophobia-Takut sembelit.

Coprophobia-Takut feses.

Consecotaleophobia-Takut sumpit.

Coulrophobia-Takut badut.

Counterphobia-Preferensi oleh fobia untuk situasi ketakutan.

Cremnophobia-Takut tebing.

Cryophobia-Takut ekstrim, es dingin atau es.

Crystallophobia-Takut kristal atau kaca.

Cyberphobia-Takut komputer atau bekerja pada komputer.

Cyclophobia-Takut sepeda.

Cymophobia atau Kymophobia-Takut gelombang atau gelombang seperti gerakan.

Cynophobia-Takut anjing atau rabies.

Cypridophobia atau Cypriphobia atau Cyprianophobia atau Cyprinophobia - Takut pelacur atau penyakit kelamin. 


D

Decidophobia-Takut membuat keputusan. Defecaloesiophobia-Takut gerakan perut menyakitkan.
Deipnophobia-Takut percakapan makan atau makan malam.

Dementophobia-Takut kegilaan.

Demonophobia atau Daemonophobia-takut setan.

Demophobia-Takut orang banyak.
(Agoraphobia)
Dendrophobia-Takut pohon.

Dentophobia-Takut dokter gigi.

Dermatophobia-Takut lesi kulit.

Dermatosiophobia atau Dermatophobia atau Dermatopathophobia-Takut penyakit kulit.

Dextrophobia-Takut objek pada sisi kanan tubuh.

Diabetophobia-Takut diabetes.

Didaskaleinophobia-Takut pergi ke sekolah.

Dikephobia-Takut keadilan.

Dinophobia-Takut pusing atau pusaran air.

Diplophobia-Takut penglihatan ganda.

Dipsophobia-Takut minum.

Dishabiliophobia-Takut membuka baju di depan seseorang.

Domatophobia-Takut rumah atau berada di rumah. (Eicophobia, Oikophobia)

Doraphobia-Takut bulu atau kulit binatang.

Doxophobia-Takut mengungkapkan pendapat atau menerima pujian.

Dromophobia-Takut persimpangan jalan.

Dutchphobia-Takut Belanda.

Dysmorphophobia-Takut deformitas.

Dystychiphobia-Takut kecelakaan. 


E

Ecclesiophobia-Takut gereja. Ecophobia-Takut rumah.
Eicophobia-Takut lingkungan rumah. (Domatophobia, Oikophobia)

Eisoptrophobia-Takut cermin atau melihat diri sendiri di cermin.

Electrophobia-Takut listrik.

Eleutherophobia-Takut kebebasan.

Elurophobia-Takut kucing.
(Ailurophobia)
Emetophobia-Takut muntah.

Enetophobia-Takut pin.

Enochlophobia-Takut orang banyak.

Enosiophobia atau Enissophobia-Takut telah melakukan dosa yang tak terampuni atau kritik.

Entomophobia-Takut serangga.

Eosophobia-Takut fajar atau siang hari.

Ephebiphobia-Takut remaja.

Epistaxiophobia-Takut mimisan.

Epistemophobia-Takut pengetahuan.

Equinophobia-Takut kuda.

Eremophobia-Takut menjadi diri sendiri atau dari lonliness.

Ereuthrophobia-Takut memerah.

Ergasiophobia-1) Takut bekerja atau berfungsi.
2) Bedah takut terhadap operasi.
Ergophobia-Takut kerja.

Erotophobia-Takut cinta seksual atau pertanyaan seksual.

Euphobia-Takut mendengar kabar baik.

Eurotophobia-Takut alat kelamin perempuan.

Erythrophobia atau Erytophobia atau Ereuthophobia-1) Takut redlights.
2) Blushing. 3) Merah. 


F

Febriphobia atau Fibriphobia atau Fibriophobia-takut demam.
Felinophobia-Takut kucing. (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia, Gatophobia)
Francophobia-Takut Perancis atau budaya Perancis. (Gallophobia, Galiophobia)
Frigophobia-Takut hal dingin atau dingin. (Cheimaphobia, Cheimatophobia, Psychrophobia)


G 

Galeophobia atau Gatophobia-Takut kucing.
Gallophobia atau Galiophobia-Takut Perancis atau budaya Perancis. (Francophobia)
Gamophobia-Takut pernikahan.
Geliophobia-Takut tawa.
Geniophobia-Takut dagu.
Genophobia-Takut seks.
Genuphobia-Takut lutut.
Gephyrophobia atau Gephydrophobia atau Gephysrophobia-Takut melintasi jembatan.
Germanophobia-Takut Jerman atau budaya Jerman.
Gerascophobia-Takut menjadi tua.
Gerontophobia-Ketakutan orang tua atau menjadi tua.
Geumaphobia atau Geumophobia-Takut rasa.
Glossophobia-Takut berbicara di depan umum atau mencoba untuk berbicara.
Gnosiophobia-Takut pengetahuan.
Graphophobia-Takut menulis atau tulisan tangan.
Gymnophobia-Takut ketelanjangan.
Gynephobia atau Gynophobia-Ketakutan perempuan.


H 

Hadephobia-Takut neraka.
Hagiophobia-Takut orang-orang kudus atau hal-hal suci.
Hamartophobia-Takut berbuat dosa.
Haphephobia atau Haptephobia-Takut disentuh.
Harpaxophobia-Takut dirampok.
Hedonophobia-Takut kesenangan perasaan.
Heliophobia-Takut matahari.
Hellenologophobia-Takut istilah Yunani atau terminologi ilmiah yang kompleks.
Helminthophobia-Takut menjadi penuh dengan cacing.
Hemophobia atau Hemaphobia atau Hematophobia-Takut darah.
Heresyphobia atau Hereiophobia-Takut tantangan dengan doktrin resmi atau penyimpangan radikal.
Herpetophobia-Takut reptil atau menyeramkan, hal crawly.
Heterophobia-Takut lawan jenis. (Sexophobia)
Hexakosioihexekontahexaphobia-Takut angka 666.
Hierophobia-Takut imam atau hal-hal suci.
Hippophobia-Takut kuda.
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia-Takut kata.
Hobophobia-Takut gelandangan atau pengemis.
Hodophobia-Takut perjalanan jalan.
Hormephobia-Takut shock.
Homichlophobia-Takut kabut.
Homilophobia-Takut khotbah.
Hominophobia-Takut pria.
Homofobia-Takut kesamaan, monoton atau homoseksualitas atau menjadi homoseksual.
Hoplophobia-Takut senjata api.
Hydrargyophobia-Takut obat lincah.
Anjing gila-Takut air atau rabies.
Hydrophobophobia-Takut rabies.
Hyelophobia atau Hyalophobia-Takut kaca.
Hygrophobia-Takut cairan, kelembaban, atau kelembaban.
Hylephobia-Takut materialisme atau ketakutan epilepsi.
Hylophobia-Takut hutan.
Hypengyophobia atau Hypegiaphobia-Takut tanggung jawab.
Hypnophobia-Takut tidur atau dihipnotis.
Hypsiphobia-Takut ketinggian.


I 

Iatrophobia-Takut pergi ke dokter atau dokter. Ichthyophobia-Takut ikan.
Ideophobia-Takut ide.

Illyngophobia-Takut vertigo atau perasaan pusing ketika melihat ke bawah.

Iophobia-Takut racun.

Insectophobia-Takut serangga.

Isolophobia-Takut kesepian, sendirian.

Isopterophobia-Takut rayap, serangga yang memakan kayu.

Ithyphallophobia-Takut melihat, berpikir tentang atau memiliki penis yang sedang ereksi.


Japanophobia-Takut Jepang.
Judeophobia-Takut Yahudi.


Kainolophobia atau Kainophobia-Takut sesuatu yang baru, kebaruan.
Kakorrhaphiophobia-Takut gagal atau kalah.
Katagelophobia-Takut ejekan.
Kathisophobia-Takut duduk.
Kenophobia-Takut void atau ruang kosong.
Keraunophobia atau Ceraunophobia-Takut guntur dan petir. (Astraphobia, Astrapophobia)
Kinetophobia atau Kinesophobia-Takut gerakan atau gerak.
Kleptophobia-Takut mencuri.
Koinoniphobia-Takut kamar.
Kolpophobia-Takut alat kelamin, khususnya perempuan.
Kopophobia-Takut kelelahan.
Koniophobia-Takut debu. (Amathophobia)
Kosmikophobia-Takut fenomena kosmik.
Kymophobia-Takut gelombang. (Cymophobia)
Kynophobia-Takut rabies.
Kyphophobia-Takut membungkuk.


Lachanophobia-Takut sayuran.
Laliophobia atau Lalophobia-Takut berbicara.
Leprophobia atau Lepraphobia-Takut kusta.
Leukophobia-Takut putih warna.
Levophobia-Takut hal ke sisi kiri tubuh.
Ligyrophobia-Takut suara keras.
Lilapsophobia-Takut tornado dan badai.
Limnophobia-Takut danau.
Linonophobia-Takut string.
Liticaphobia-Takut tuntutan hukum.
Lockiophobia-Takut melahirkan.
Logizomechanophobia-Takut komputer.
Logophobia-Takut kata-kata.
Luiphobia-Takut Lues, syphillis.
Lutraphobia-Takut berang-berang.
Lygophobia-Takut kegelapan.
Lyssophobia-Takut rabies atau menjadi gila.


Macrophobia-Takut lama menunggu.
Mageirocophobia-Takut memasak.

Maieusiophobia-Takut melahirkan.

Malaxophobia-Takut bermain cinta.
(Sarmassophobia)
Maniaphobia-Takut kegilaan.

Mastigophobia-Takut hukuman.

Mechanophobia-Takut mesin.

Medomalacuphobia-takut kehilangan ereksi.

Medorthophobia-Takut penis yang sedang ereksi.

Megalophobia-Takut hal-hal besar.

Melissophobia-Takut lebah.

Melanophobia-Takut hitam warna.

Melophobia-Takut atau benci musik.

Meningitophobia-Takut penyakit otak.

Menophobia-Takut menstruasi.

Merinthophobia-Takut terikat atau diikat.

Metallophobia-Takut logam.

Metathesiophobia-Takut perubahan.

Meteorophobia-Takut meteor.

Methyphobia-Takut alkohol.

Metrophobia-Takut atau benci puisi.

Microbiophobia-Takut mikroba.
(Bacillophobia)
Microphobia-Takut hal-hal kecil.

Misophobia atau Mysophobia-Takut terkontaminasi dengan kotoran atau kuman.

Mnemophobia-Takut kenangan.

Molysmophobia atau Molysomophobia-Takut kotoran atau kontaminasi.

Monophobia-Takut kesepian atau sendirian.

Monopathophobia-Takut penyakit pasti.

Motorphobia-Takut mobil.

Mottephobia-Takut ngengat.

Musophobia atau Muriphobia-Takut tikus.

Mycophobia-Ketakutan atau keengganan untuk jamur.

Mycrophobia-Takut hal-hal kecil.

Myctophobia-Takut kegelapan.

Myrmecophobia-Takut semut.

Mythophobia-Takut mitos atau cerita atau pernyataan palsu.

Myxophobia-Takut lendir.
(Blennophobia) 


N

Nebulaphobia-Takut kabut. (Homichlophobia)
Necrophobia-Takut mati atau hal-hal mati.

Nelophobia-Takut kaca.

Neopharmaphobia-Takut obat baru.

Neophobia-Takut sesuatu yang baru.

Nephophobia Takut-awan.

Noctiphobia Takut-malam.

Nomatophobia-Takut nama.

Nosocomephobia-Takut rumah sakit.

Nosophobia atau Nosemaphobia-Takut menjadi sakit.

Nostophobia-Takut kembali ke rumah.

Novercaphobia-Takut langkah ibu Anda.

Nucleomituphobia-Takut senjata nuklir.

Nudophobia-Takut ketelanjangan.

Numerophobia Takut-angka.

Nyctohylophobia-Takut gelap atau daerah berhutan hutan di malam hari

Nyctophobia-Takut gelap atau malam.


Obesophobia-Takut kenaikan berat badan. (Pocrescophobia)
Ochlophobia-Takut orang banyak atau massa.

Ochophobia-Takut kendaraan.

Octophobia - Takut angka 8.

Odontophobia-Takut gigi atau operasi gigi.

Odynophobia atau Odynephobia-Takut rasa sakit.
(Algophobia)
Oenophobia-Takut anggur.

Oikophobia-Takut lingkungan rumah, rumah. (Domatophobia, Eicophobia)

Olfactophobia Takut-bau.

Ombrophobia-Takut hujan atau menjadi kehujanan.

Ommetaphobia atau Ommatophobia-Takut mata.

Oneirophobia-Takut mimpi.

Oneirogmophobia-Takut mimpi basah.

Onomatophobia-Takut mendengar sebuah kata atau nama.

Ophidiophobia-Takut ular.
(Snakephobia)
Ophthalmophobia-Takut menatap.

Opiophobia-Ketakutan dokter mengalami resep obat nyeri diperlukan bagi pasien.

Optophobia-Takut membuka mata seseorang.

Ornithophobia-Takut burung.

Orthophobia-Takut properti.

Osmophobia atau Osphresiophobia-Takut bau atau bau.

Ostraconophobia-Takut kerang.

Ouranophobia atau Uranophobia-Takut surga.


P 

Pagophobia-Takut es atau es.
Panthophobia-Takut penderitaan dan penyakit.

Panophobia atau Pantophobia-Takut segalanya.

Papaphobia-Takut Paus.

Papyrophobia-Takut kertas.

Paralipophobia-Takut mengabaikan tugas atau tanggung jawab.

Paraphobia-Takut penyimpangan seksual.

Parasitophobia-Takut parasit.

Paraskavedekatriaphobia-Takut hari Jumat tanggal 13.

Parthenophobia Takut-perawan atau gadis-gadis muda.

Pathophobia-Takut penyakit.

Patroiophobia-Takut keturunan.

Parturiphobia-Takut melahirkan.

Peccatophobia-Takut berbuat dosa atau kejahatan imajiner.

Pediculophobia-Takut kutu.

Pediophobia-Takut boneka.

Pedophobia-Takut anak-anak.

Peladophobia-Takut orang botak.

Pellagrophobia-Takut pellagra.

Peniaphobia-Takut kemiskinan.

Pentheraphobia-Takut ibu mertua.
(Novercaphobia)
Phagophobia-Takut menelan atau makan atau dimakan.

Phalacrophobia-Takut menjadi botak.

Phallophobia-Takut penis, esp ereksi.

Pharmacophobia-Takut minum obat.

Phasmophobia-Takut hantu.

Phengophobia-Takut siang hari atau sinar matahari.

Philemaphobia atau Philematophobia-Takut berciuman.

Philophobia-Takut jatuh cinta atau jatuh cinta.

Philosophobia-Takut filsafat.

Phobophobia-Takut fobia.

Photoaugliaphobia-Takut lampu mencolok.

Fotofobia-Takut cahaya.

Phonophobia-Takut suara atau suara-suara atau suara sendiri; dari telepon.

Phronemophobia-Takut berpikir.

Phthiriophobia-Takut kutu.
(Pediculophobia)
Phthisiophobia-Takut TBC.

Placophobia Takut-batu nisan.

Plutophobia-Takut kekayaan.

Pluviophobia-Takut hujan atau menjadi kehujanan.

Pneumatiphobia-Takut roh.

Pnigophobia atau Pnigerophobia-Takut tersedak dari tertutupi.

Pocrescophobia-Takut kenaikan berat badan.
(Obesophobia)
Pogonophobia-Takut jenggot.

Poliosophobia-Ketakutan tertular polio.

Politicophobia-Takut atau tidak suka abnormal politisi.

Polyphobia-Takut banyak hal.

Poinephobia-Takut hukuman.

Ponophobia-Takut lembur atau rasa sakit.

Porphyrophobia Takut-warna ungu.

Potamophobia-Takut sungai atau air mengalir.

Potophobia Takut-alkohol.

Pharmacophobia-Takut obat.

Proctophobia-Takut rectums.

Prosophobia-Takut kemajuan.

Psellismophobia-Takut gagap.

Psychophobia-Takut pikiran.

Psychrophobia-Takut dingin.

Pteromerhanophobia-Takut terbang.

Pteronophobia-Takut digelitik oleh bulu.

Pupaphobia - Takut wayang.

Pyrexiophobia-Takut Demam.

Pyrophobia Takut-api.


R 

Radiophobia-Takut radiasi, sinar-x. Ranidaphobia-Takut katak.
Rectophobia-Takut rektum atau penyakit dubur.

Rhabdophobia-Rasa takut dihukum berat atau dipukuli oleh batang, atau dari yang dikritik.
Juga takut sihir. (Tongkat)
Rhypophobia-Takut buang air besar.

Rhytiphobia-Takut mendapatkan keriput.

Rupophobia-Takut kotoran.

Russophobia-Takut Rusia.


S 

Samhainophobia: Takut Halloween.
Sarmassophobia-Takut bermain cinta.
(Malaxophobia)
Satanophobia-Takut Setan.

Scabiophobia-Takut kudis.

Scatophobia-Takut kotoran.

Scelerophibia-Takut orang-orang jahat, pencuri.

Sciophobia Sciaphobia-Takut bayangan.

Scoleciphobia-Takut cacing.

Scolionophobia-Takut sekolah.

Scopophobia atau Scoptophobia-Takut terlihat atau menatap.

Scotomaphobia-Takut kebutaan di bidang visual.

Scotophobia-Takut kegelapan.
(Achluophobia)
Scriptophobia-Takut menulis di depan umum.

Selachophobia-Takut hiu.

Selaphobia-Takut berkedip.

Selenophobia Takut-bulan.

Seplophobia-Ketakutan materi membusuk.

Sesquipedalophobia-Takut kata.

Sexophobia-Takut lawan jenis.
(Heterophobia)
Siderodromophobia-Takut kereta api, kereta api atau perjalanan kereta api.

Siderophobia-Takut bintang.

Sinistrophobia-Takut hal ke kiri atau kidal.

Sinophobia-Takut Cina, budaya Cina.

Sitophobia atau Sitiophobia-Takut makanan atau makan.
(Cibophobia)
Snakephobia-Takut ular.
(Ophidiophobia)
Soceraphobia-Ketakutan orang tua mertua.

Sosial Phobia-Takut sedang dievaluasi secara negatif dalam situasi sosial.

Sociophobia-Ketakutan masyarakat atau orang secara umum.

Somniphobia-Takut tidur.

Sophophobia-Takut belajar.

Soteriophobia - Takut ketergantungan pada orang lain.

Spacephobia-Takut luar angkasa.

Spectrophobia-Takut hantu atau hantu.

Spermatophobia atau Spermophobia-Takut kuman.

Spheksophobia-Takut tawon.

Stasibasiphobia atau Stasiphobia-Takut berdiri atau berjalan.
(Ambulophobia)
Staurophobia-Takut salib atau salib.

Stenophobia-Takut hal sempit atau tempat.

Stygiophobia atau Stigiophobia-Takut neraka.

Suriphobia-Takut tikus.

Symbolophobia-Takut simbolisme.

Symmetrophobia-Takut simetri.

Syngenesophobia-Takut kerabat.

Syphilophobia-Takut sifilis.


T 

Tachophobia-Takut kecepatan.
Taeniophobia atau Teniophobia-Takut cacing pita.

Taphephobia Taphophobia-Takut terkubur hidup-hidup atau pemakaman.

Tapinophobia-Takut menular.

Taurophobia-Takut banteng.

Technophobia-Takut teknologi.

Teleophobia-1) Takut rencana yang pasti.
2) Agama upacara.
Telephonophobia-Takut telepon.

Teratophobia-Takut bantalan anak cacat atau takut monster atau orang cacat.

Testophobia-Takut mengambil tes.

Tetanophobia-Takut kejang mulut, tetanus.

Teutophobia-hal Takut Jerman atau Jerman.

Textophobia-Takut kain tertentu.

Thaasophobia-Takut duduk.

Thalassophobia-Takut laut.

Thanatophobia atau Thantophobia-Takut mati atau sekarat.

Theatrophobia-Takut bioskop.

Theologicophobia-Takut teologi.

Theophobia-Takut dewa atau agama.

Thermophobia-Takut panas.

Tocophobia-Takut kehamilan atau melahirkan.

Tomophobia-Takut operasi bedah.

Tonitrophobia-Takut guntur.

Topophobia-Takut tempat-tempat tertentu atau situasi, seperti demam panggung.

Toxiphobia atau Toxophobia atau Toxicophobia-Takut racun atau yang sengaja diracun.

Traumatophobia-Takut cedera.

Tremophobia-Takut gemetar.

Trichinophobia-Takut trichinosis.

Trichopathophobia atau Trichophobia-Takut rambut.
(Chaetophobia, Hypertrichophobia)
Triskaidekaphobia-Takut angka 13.

Tropophobia-Takut bergerak atau membuat perubahan.

Trypanophobia-Takut suntikan.

Tuberculophobia-Takut TBC.

Tyrannophobia-Takut tiran.


U

Uranophobia atau Ouranophobia-Takut surga.
Urophobia-Takut air seni atau buang air kecil.


V 

Vaccinophobia-Takut vaksinasi. Venustraphobia-Takut wanita cantik.
Verbophobia-Takut kata-kata.

Verminophobia-Takut kuman.

Vestiphobia-Takut pakaian.

Virginitiphobia-Takut perkosaan.

Vitricophobia-Takut langkah ayah.


W

Walloonphobia-Takut Akan Walloon.
Wiccaphobia: Takut penyihir dan sihir.


X 

Xanthophobia-Takut warna kuning atau kuning kata. Xenoglossophobia-Takut bahasa asing. 

Xenophobia-Takut orang asing atau orang asing.   

Xerophobia-Takut kekeringan. Xylophobia-1) Takut benda kayu. 2) Hutan.

 Xyrophobia-Takut pisau cukur.  

 Z

Zelophobia-Takut cemburu. 

Zeusophobia-Takut Tuhan atau dewa.

Zemmiphobia-Takut tikus mol besar.
Zoophobia-Takut hewan.

D.PENYEMBUHAN PHOBIA


1. Hypnotheraphy.
 
Metode ini dilakukan dengan memberikan sugesti kepada penderita phobia jika mereka itu mampu untuk terlepas dari jerat phobia yang dialami.

2. Flooding.
 
Flooding merupakan cara penyembuhan yang paling ekstrim. Karena, cara ini dilakukan dengan explosure treatment yaitu memasukan penderita phobia langsung ke dalam dunia phobia yang dialaminya.
Contoh, penderita phobia laba-laba akan diajak langsung berhadapan dengan laba-laba.

3. Desentisisasi.
 
Desentisisasi hanya di lakukan dengan exposure ringan.
Contoh, penderita phobia laba-laba di suruh untuk hanya membayangkan bahwa dia bisa mengatasi rasa ketakutannya dengan berani memegang laba-laba tersebut.


4. Abreaksi.
 
Abreaksi dilakukan dengan menonton tayangan palsu terhadap phobia yang dialami, kemudian berlanjut pada menonton tayangan atau keadaan yang aslinya, hingga melakukan reaksi dengan bertindak langsung untuk melawan rasa ketakutannya itu.

5. Reframing.
 
Cara ini dilakukan dengan membayangkan masa lampaunya di mana ia pertama kali merasakan phobianya, lalu dengan imajinasinya ia harus membayangkan seolah-olah jika ia mampu melawan dan merasa tidak takut lagi terhadap phobia yang selama ini ia takuti.